Cerita soal Bung Hatta, Meutia: Sejak di Belanda Dia Selalu Berpikir Kerakyatan : Okezone Ekonomi

JAKARTA – Dalam rangka memperingati Hari Perumahan Nasional (Hapernas) pada 25 Agustus, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuldjono menggelar upacara tabur bunga di makam Mohammad Hatta alias Bung Hatta. Hal ini guna menghormati jasa dari Bung Hatta yang pada saat itu memimpin kongres Perumahan.

Anak dari Bung Hatta yakni Meutia Hatta menyambut positif apa yang dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian PUPR. Apalagi momen 25 Agustus , pemerintah secara rutin menggelar tabur bunga di makam ayahnya itu.

“Saya mewakili seluruh keluarga Bung Hatta saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya. Karena acara ziarah di makam Bung Hatta ini sejak beberapa tahun lalu dicantumkan sebagai salah satu acara dalam acara hari perumahan nasional,” ujarnya dalam acara upacara tabur bunga di makam Bung Hatta TPU Tanah Kusir, Jakarta, Jumat (25/8/2017).

Sebagai seorang anak, lanjut Meutia, dirinya memandang Bung Hatta sebagai seorang ayah yang selalu memperhatikan dan mencintai rakyat Indonesia. Bahkan jauh sebelum kemerdekaan yang direngkuh Indonesia, Bung Hatta selalu memikirkan tentang prinsip kerakyatan dan humanisme. “Ketika beliau menjadi mahasiswa di Belanda selalu berpikir paham kerakyatan dan humanisme yang beliau yakini,” kata Meutia.

Salah satu gagasannya yang paling terkenal adalah ada dalam Pasal 27 ayat 2 di Undang-Undang Dasar 1945. Di mana pasal tersebut berbunyi tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Hal itu pula yang menjadi gagasan jika seluruh rakyat Indonesia berhak mendapatkan rumah yang layak untuk membangun keluarga yang sejahtera.

“Gagasan itu pula yang membuat munculnya program-program perumahan rakyat yang banyak coraknya sudah berkembang tahun ke tahun. Pelaksanaan tugas mulia pemerintah ini harus diapresiasi,” kata Meutia.

“Rumah bukan menjadi tolak ukur kekayaan, tapi untuk tempat aman tenteram. Sehingga ketika memiliki rumah bisa merasakan peningkatan harkat dan martabat dari masyarakat. Saya kira itu jauh menjadi lebih penting,” imbuhnya.

Link ^(http://economy.okezone.com/read/2017/08/25/470/1762861/cerita-soal-bung-hatta-meutia-sejak-di-belanda-dia-selalu-berpikir-kerakyatan)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *