Miris! 6 Tahun Menabung, Impian Berangkat ke Tanah Suci pun Sirna : Okezone Ekonomi

KESEDIHAN bercampur amarah kekecewaan terlihat jelas di raut wajah pasangan suami istri asal Cibolerang, Kopo, Kota Bandung, Jawa Barat, Maman Warman, 66, dan Emi Andriyani, 58. Harapannya untuk bisa beribadah umrah ke Tanah Suci Makkah yang sudah sekian tahun dipendam akhirnya sirna.

Harapan tinggal harapan, berganti kesedihan dan kekecewaan, tatkala keduanya menyadari telah menjadi korban penipuan biro perjalanan First Travel milik tersangka Annisa Hasibuan dan Andika Surachman yang kini menjadi tersangka.

Kemarin pagi, pasangan suami istri ini melaporkan kasus penipuan yang dialaminya ke Mako Satreskrim Polrestabes Bandung, Kota Bandung, bersama sejumlah korban First Travel lainnya. Maman menuturkan, sudah cukup lama dirinya bersama istri mendambakan bisa beribadah ke Tanah Suci.

Baca juga: Ramai-Ramai, Calon Jamaah Umrah First Travel Datangi Kantor Polisi ^(http://economy.okezone.com/read/2017/08/29/320/1765403/ramai-ramai-calon-jamaah-umrah-first-travel-datangi-kantor-polisi)

Bahkan, untuk bisa mendaftar umrah, keduanya harus menabung selama enam tahun hingga terkumpul dana sekitar Rp30 juta. Jumlah tersebut termasuk bantuan dari empat anak mereka. Setelah terkumpul, kata Maman, dia langsung menyetorkan dana tersebut ke First Travel Cabang Bandung pada 22 Agustus 2016 silam.

Pihak First Travel menjanjikan Maman dan Emi bakal berangkat pada Maret 2017. Namun keduanya gagal berangkat. Pihak First Travel kemudian berjanji akan memberangkatkan pensiunan guru SD ini pada April 2017 lalu.

Ternyata janji tersebut kembali diingkari pihak First Travel, dan ditunda lagi pada Mei 2017. Namun, lagi-lagi janji tersebut tak kunjung terbukti hingga pemilik biro perjalanan umrah ini tersandung kasus penipuan dan ditangkap polisi.

Baca juga: Kasus First Travel, Polisi Sudah Kantongi Data ‘Investor’ di New York dan London ^(http://economy.okezone.com/read/2017/08/29/320/1765224/kasus-first-travel-polisi-sudah-kantongi-data-investor-di-new-york-dan-london)

“Akhirnya kami tahu First Travel ini bernasalah dari media. Kami jadi sadar telah menjadi korban penipuan,” ungkap Maman dengan nada sedih.

Menurut Maman, dirinya bersama sang istri mulanya tertarik menggunakan jasa First Travel atas saran dari putranya. Alasannya, ibu dari teman putranya itu telah empat kali berangkat umrah dengan First Travel dan lancar.

“Karena dinilai profesional, kami tertarik menjadi calon jamaah umrah melalui First Travel. Kami ingin refund saja dan cari agen lain untuk pergi umrah,” ungkap Maman.

Baca juga: Kasus First Travel, Forbes Coret Status Wanita Inspiratif dari Anniesa Hasibuan ^(http://economy.okezone.com/read/2017/08/25/320/1762877/kasus-first-travel-forbes-coret-status-wanita-inspiratif-dari-anniesa-hasibuan)

Maman dan Emi memiliki empat anak laki-laki yang saat ini sudah dewasa dari pernikahan mereka 41 lampau. Pasutri tersebut merupakan salah satu dari 632 korban First Travel Cabang Bandung yang batal berangkat umrah.

“Ini (biaya umrah juga ditambahin sama anak-anak. Katanya sebagai kado pernikahan kami. Kami terus berupaya, tetapi semisalnya tidak kembali, kami lillaahitaalaa, ihlas. Mugia digantos Gusti Allah,” ujar Emi.

Link ^(http://economy.okezone.com/read/2017/08/29/320/1765406/miris-6-tahun-menabung-impian-berangkat-ke-tanah-suci-pun-sirna)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *