Catat! Faktor Pupuk Bikin Produksi Pangan Nasional Meroket : Okezone Ekonomi

JAKARTA – Pencapaian peningkatan produksi dan produktivitas komoditas pangan strategis nasional, beras dan jagung, oleh pemerintah saat ini terjadi karena adanya dukungan ketersediaan dan kebijakan pupuk yang diimplementasikan sampai saat ini.

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan, Pending Dadih Permana, mengatakan, dalam 2 tahun terakhir, produksi beras dan jagung berhasil dicapai dengan tingkat pertumbuhan masing-masing di atas 5% dan 18%.

“Industri pupuk harus berkembang. Sudah keniscayaan jika mau akselerasi produksi pertanian harus ditopang industri pupuk yang bagus,” ujar Dadih di Jakarta, Rabu (30/8/2017).

Baca Juga: Utang Subsidi Pupuk Capai Rp19,7 Triliun, Pemerintah Siap Bayar Rp4 Triliun Tahun Ini ^(http://economy.okezone.com/read/2017/08/18/320/1758610/utang-subsidi-pupuk-capai-rp19-7-triliun-pemerintah-siap-bayar-rp4-triliun-tahun-ini?utm_source=br&utm_medium=referral&utm_campaign=news)

Selain pupuk, ketersediaan benih unggul dan alat mesin pertanian juga menjadi faktor. “Pupuk adalah salah satu input produksi yang harus diperjuangkan,” tegas Dadih.

Peneliti Senior Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian Achmad Suryana, mengatakan saat ini penggunaan pupuk urea, SP36 dan KCl sudah efisien di sebagian besar provinsi di Indonesia. 

“Di samping itu juga sudah kurang responsif terhadap kenaikan harganya. Artinya harga tidak lagi menjadi penentu utama bagi petani dalam membeli dan menggunakan pupuk,” ujar Suryana. 

Baca Juga: Meski Turun, Ini 3 Alasan Subsidi Pupuk Harus Tetap Ada ^(http://economy.okezone.com/read/2017/08/18/320/1758565/meski-turun-ini-3-alasan-subsidi-pupuk-harus-tetap-ada?utm_source=br&utm_medium=referral&utm_campaign=news)

Dia mengatakan, ketersediaan dan penggunaan pupuk secara berimbang dengan 6 Tepat oleh petani telah berhasil mendorong pencapaian produksi dan produktivitas komoditas pangan strategis nasional yang dalam beberapa tahun terakhir ini merupakan rekor tersendiri. 

Kepala Balai Penelitian Tanah Kementan, Husnain, mengatakan pemupukan berimbang dapat menyumbang lebih dari 20% kepada peningkatan produksi. Data ini didukung oleh berbagai penelitian terdahulu.

“Efektivitas penerapan pupuk berimbang dapat tercapai bila diperhatikan faktor-faktor penentu seperti status hara tanah dan teknik pemupukannya,” ujarnya.

Baca Juga: Efisiensi, Anggaran Subsidi Pupuk Turun Rp2,7 Triliun Jadi Rp28,5 Triliun ^(http://economy.okezone.com/read/2017/08/18/320/1758545/efisiensi-anggaran-subsidi-pupuk-turun-rp2-7-triliun-jadi-rp28-5-triliun?utm_source=br&utm_medium=referral&utm_campaign=news)

Direktur Pemasaran PT Pupuk Indonesia Koeshartono, mengatakan pihaknya mendukung program ketahanan pangan melalui jaminan pasokan pupuk siap pakai dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia serta menyalurkan pupuk hingga keseluruh pelosok Tanah Air, dan untuk mengatasi melayani daerah terpencil yang sulit dijangkau. 

“Pupuk Indonesia menambah gudang penyangga dan menyediakan sarana transportasi untuk ke kios remote serta menginvertarisir kebutuhan pupuk yang akan ditangani di wilayah terpencil, sehingga pendistribusian pupuk bersubsidi ini bisa memenuhi kaidah 6 Tepat yaitu tepat waktu, jenis, lokasi, jumlah, mutu dan harga,” tukasnya.

Link ^(http://economy.okezone.com/read/2017/08/30/320/1766215/catat-faktor-pupuk-bikin-produksi-pangan-nasional-meroket)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *